keripikkeripikpisang

Just another WordPress.com site

Keripik Pisang Menyebabkan Obesitas

Kandungan energi dalam keripik pisang lebih besar dibandingkan dengan kandungan energi dalam nasi, karena dari buah pisang itu sendiri sudah mengandung karbohidrat ditambah pula dengan serapan minyak pada proses penggorengan. Artinya keripik pisang juga mengandung lemak. Jika Anda mengkonsumsi keripik pisang ketika nonton TV atau sendang santai – santai, berhati-hatilah pada obesitas!

Obesitas ini terjadi karena kandungan energi yang cukup tinggi dalam keripik pisang dan Anda tidak melakukan kegiatan apapun. Dengan kata lain energi yang Anda konsumsi tidak sesuai dengan energi yang Anda keluarkan. Menurut Gayo (1994), menonton televisi sambil tiduran hanya memerlukan energi 0,1 kkal/kg berat badan/jam, sedangkan dalam posisi duduk diam 0,4 kkal/kg berat badan/ jam. Artinya, jika seseorang dengan berat badan 60 kg menonton televisi selama 1 jam sembari mengonsumsi 100 gram keripik pisang, ia kelebihan energi 495-513 kkal yang akan diubah menjadi lemak di dalam tubuh.

Selain itu, kandungan, lemak keripik pisang sangat tinggi, mencapai 33,6 g per 100 g. Lemak tersebut sebagian besar terdiri darii asam lemak jenuh.

Kandungan asam lemak jenuh akan jauh lebih tinggi bila menggorengnya meggunakan minyak jelantah. Untuk menetralkan bahaya asam lemak jenuh ini, sebaiknya konsumsi keripik pisang diimbangi dengan makanan yang kaya antioksidan seperti buah dan sayur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: